Bermain Dapat Membangun Karakter Anak

Bermain merupakan hal yang penting bagi anak dalam masa perkembangannya. Jadi, jangan sampai orang tua melarang anak untuk bermain dengan alasan membuang-buang waktu dan hanya menuntut anak harus belajar saja sepanjang harinya, padahal melalui bermain anak dapat belajar berbagai hal mulai dari sosialitas, sportivitas, serta perkembangan pola pikir bagi sang anak. Ilmu pengetahuan dan wawasan tidak hanya didapat pada saat anak belajar saja, tetapi juga melalui bermain karena pada saat bermain anak juga sempat bertukar informasi dengan sesamanya. Dengan bermain, anak dapat berkembang baik perkembangan motorik maupun kinestetik pada anak. Selain itu, perkembangan keceradasan emosional, kreativitas, serta rasa percaya diri makin meningkat pada saat anak bermain.

Tahukah Anda apa pendapat para ahli tentang bermain? Berikut ini adalah pendapat dari beberapa para ahli tentang bermain :

1. Menurut Stanley Hall, seorang sarjana Amerika menuturkan bahwa permainan adalah penampilan dari semua faktor yang berhubungan dengan hereditas atau warisan, yaitu berbagai pengalaman setiap manusia yang diwariskan kepada keturunannya.

2. Menurut Karl Gross, seorang sarjana dari Jerman mengatakan bahwa permainan memiliki tugas biologis, yaitu melatih fungsi jasmani dan rohani. Momen-momen bermain bagi anak merupakan kesempatan emas bagi anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

3. Menurut profesor Kohnstamm, seorang sarjana dari Belanda mengemukakan bahwa permainan merupakan salah satu fenomena atau gejala yang nyata dan memiliki dorongan untuk mencapai suatu prestasi-prestasi tertentu.

Melalui bermain, orang tua harus bisa membentuk karakter sang anak. Mengajarkan beberapa hal positif seperti membiasakan sikap sportif, tekun, dan tidak mudah menyerah dalam melakukan suatu permainan kepada anak merupakan cara yang paling efektif untuk membangun karakter anak. Namun, dalam mengajarkan hal yang positif itu perlu dengan cara yang dapat mudah dimengerti oleh anak agar apa yang diajarkan oleh orang tua dapat tertanam baik oleh anak.

Begitu banyak hal yang dapat kita manfaatkan dalam membentuk karakter sang anak melalui sebuah permainan. Selain dapat membentuk fisik yang sehat bagi anak, permainan juga dapat membantu perkembangan emosional sang anak. Menurut Vera Amalia, Marketing Director PT Nutricia Indonesia Sejahtera menjelaskan bahwa nilai-nilai positif seperti semangat pantang menyerah dan sikap sportivitas dapat ditanamkan pada anak-anak melalui permainan sejak dini.

Fabiola P. Setiawan, MPSi, seorang psikolog Anak yang berasal klinik Pelag Bintaro, Jakarta ikut menambahkan bahwa dalam aktivitas sehari-harinya, anak sudah mengalami tantangan saat ia mulai berinteraksi dengan lingkungannya, terutama bagi para balita. Ciri anak yang memiliki karakter yang baik adalah memiliki sifat pantang menyerah dan sportivitas yang tinggi. Sebab, sikap tersebut penting dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Selain itu, manfaat pembangunan karakter bagi sang anak adalah sebagai bekal bagi anak dalam menghadapi berbagai persoalan yang mereka alami sehari-hari di kemudian hari.

Permainan yang bersifat menantang seperti memanjat atau melewati beberapa rintangan dapat membantu anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri seperti mengerjakan tugas-tugas yang sulit. Dengan demikian, anak dapat tetap sabar dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan serta mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya secara mandiri tanpa perlu bantuan orang lain.

Fabiola juga mengatakan bahwa permainan sosial yang membutuhkan kerja sama dapat membangun sikap positif bagi anak dalam menghadapi kondisi saat ia menang  ataupun saat ia kalah dalam suatu permainan. Penting juga anak diajak untuk bermain suatu permainan kombinasi, yaitu suatu permainan yang terdiri dari beberapa macam kegiatan. Contoh dari permainan kombinasi adalah seperti meluncur dan melewati beberapa rintangan serta memanjat dan seterusnya. Melalui permainan kombinasi seperti ini, sikap tekun mulai tertanam kepada anak saat mengerjakan tugas yang sulit dan ia dapat mempelajari hal baru dari tugas yang ia kerjakan tersebut.

Seperti yang dikutip dari okezone.com, David Palmitter, seorang psikolog, penulis buku Working Parents Thriving Families, serta koordinator Pelayanan Publik di American Psychological Association mengatakan bahwa orang tua harus meluangkan waktunya untuk bermain bersama anak seperti menggambar, sepak bola, atau jalan-jalan. Orang tua juga tidak boleh menyela pada saat bermain dengan menasehati anak terlalu berlebihan atau menjawab telepon serta membalas SMS. Menasehati tingkah laku anak yang kurang baik dan menjawab telepon dapat dilakukan pada saat selesai bermain, jika tidak anak akan merasa illfeel dan menganggap orang tua tidak serius dalam mengajaknya bermain.

Meski demikian, hal yang paling penting dari semua itu adalah ‘dukungan orang tua’. Tanpa adanya dukungan dari ibu, maka karakter anak yang telah dibentuk kurang tertanam dengan baik pada diri sang anak dan sewaktu-waktu dapat berubah akibat adanya pengaruh dari lingkungannnya. Peran ibu dalam mengatur proses bermain sang anak sangat penting, hal ini dapat mengajarkan sang anak bahwa betapa pentingnya suatu proses dalam melakukan suatu kegiatan. Dengan demikian, anak dapat bersikap positif jika ia menghadapi suatu kekalahan.

Author: Christian Tandya

Share This Post On

1 Comment

  1. Yup, benar banget. Dukungan orangtua memang berperan aktif dalam pembentukan karakter anak. Jadi, sebaiknya orangtua bisa lebih banyak memiliki waktu bersama buah hati jika memang tidak terlalu sibuk:)

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>