Cara Mudah Membuat Program E-Learning Sendiri

Apakah Anda seorang pengajar dan merasa kurang hi-tech atau memang masih tergolong newbie dalam masalah metode pembelajaran ini? Atau ada guru-guru di sekeliling Anda yang dirasa demikian? Jangan khawatir, metode pembelajaran E-learning bukan berarti diwajibkan hanya untuk orang-orang yang hi-tech. Tetapi, para pemula pun dapat menghasilkan produk e-Learning yang hi-tech. Berhubung pembelajaran berbasis teknologi informasi ini begitu penting, terutama untuk sekolah-sekolah yang sedang merintis taraf internasional atau bagi SSN (Sekolah Standar Nasional) sekalipun. Pemerintah telah menghimbau melalui beberapa media agar sekolah-sekolah menerapkan sistem E-Learning, mengingat sistem ini memiliki jangkauan yang lebih luas daripada cara manual. Siswa dan guru dapat saling berinteraksi meski dalam jarak yang berjauhan. Jangkauan kuantitas interaksi pun semakin banyak. Jika pada metode face to face guru hanya dapat berinteraksi dengan 20-35 siswa, E-Learning dapat membantu mempertemukannya dengan ratusan siswa di sekolah tersebut bahkan lintas sekolah se-nasional sekali pun. Alasan inilah yang menjadikan E-Learning dirasa begitu penting.

Pertanyaannya, sudah siapkah para guru membuat produk pembelajaran berbasis E-Learning? Bagi para guru muda, mungkin ini bukan menjadi penghalang. Mereka yang rata-rata sedikit lebih hi-tech daripada guru senior, dan masih memiliki semangat besar dalam menekuni sesuatu, pasti merasa bahwa E-Learning memang bukan metode pembelajaran yang memusingkan. Bagaimana dengan guru senior yang latar belakang di usia mudanya jarang menyentuh teknologi informasi? Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak guru-guru senior utamanya yang belum bisa mengakses internet, atau bahkan mengoperasikan komputer. Toh, E-Learning tidak hanya diperuntukkan untuk guru muda saja, tetapi untuk benar-benar menciptakan sistem pembelajaran ini seluruh guru wajib menggunakan E-Learning. Adanya pelatihan komputer di beberapa sekolah merupakan upaya yang sangat baik dalam menetaskan angka buta komputer di kalangan guru. Mengapa E-Learning begitu ditekankan kepada guru, bukan kepada siswanya? Sebenarnya, permasalahan utama saat ini memang ada pada guru, karena merekalah para pembuat produk E-Learning, sementara siswa hanya sebagai subjek yang menjalankan saja. Tetapi bukan berarti siswa tidak lepas dari tanggungjawab E-Learning ini. Namun, rata-rata siswa di zaman modern ini telah menguasai komputer, sehingga tidak terlalu masalah baginya ketika menjalani sistem pembelajaran berbasis TI.

Jadi, bagaimana membuat produk E-Learning bagi para guru senior? Jika guru tersebut memang benar-benar tidak bisa mengoperasikan komputer sedikit pun, langkah pertama dari pihak sekolah atau pribadi adalah mengikuti kursus komputer. Minimal memahami akses internet serta menguasai Microsoft Word, Power Point, dan  Excel. Usahakan sampai guru tersebut setidaknya dapat membuat sebuah presentasi sederhana di Power Point yang layak untuk ditayangkan kepada siswa. Sampai pada tahap ini, metode E-Learning sesungguhnya sudah mulai tercipta, namun

E-Learning ini masih sangat sederhana. Cara seperti ini awalnya mungkin akan menarik perhatian siswa, tetapi jika seperti ini saja tanpa ada modifikasi, siswa akan merasa jenuh karena tampilan serta gaya pembelajaran yang begitu-begitu saja. Lalu, apa langkahnya? Berikut langkah detailnya:

1.      Setelah guru memahami betul mengenai akses internet, unduh terlebih dahulu program iSpring yang akan berguna dalam mengkonversi file .ppt menjadi .exe, .swf, atau .html sehingga tampilan pembelajaran tidak akan terlihat seperti Power Point, melainkan akan seperti sebuah program stand alone (.exe), flash (.swf), atau tampilan web (.html).

Unduh aplikasi gratisnya di sini.

2.      Install aplikasi tersebut. iSpring akan menjadi addons di Power Point.

3.      Aktifkan Kiosk mode dengan cara klik menu Slide Show\Set Up Show dan pilih Show Type Browsed at a kiosk (full screen). Mode Kiosk berfungsi agar scroll mouse, next, dan previous slide tidak aktif, sehingga nampak seperti E-Learning sungguhan.

4.      Membuat file presentasi dengan Power Point. Pada tahap ini ditekankan kepada presentasi-presentasi yang kreatif, penuh animasi, dan dapat dianggap menarik oleh siswa. Dengan bantuan iSpring, guru dapat membuat sebuah flash pembelajaran tanpa harus menggunakan Macromedia atau Adobe Flash. Pembuatan flash cukup dengan memanfaatkan flash-flash yang ada pada Power Point. Selanjutnya flash yang sudah dibuat dikonversi ke .swf menggunakan iSpring. Sehingga pada tahap ini sangat ditekankan untuk lebih kreatif dalam membuat presentasi. Misalnya dengan membuat layout berbentuk buku atau membuat animasi bola bergerak. Untuk membuat animasi bola bergerak atau animasi menyiram bunga dapat memanfaatkan Create an Object serta Animation (penjelasan lebih lanjut baca artikel selanjutnya: Cara Mudah Membuat Animasi Pendidikan).

5.      Jika presentasi dan animasi yang sudah dibuat dirasa cukup, maka tahap selanjutnya adalah mengkonversinya menjadi format .exe (seperti sebuah bentuk aplikasi), .swf (berbentuk flash dan memerlukan Macromedia Flash Player atau Adobe Flash Player), atau .html (berbentuk tampilan web secara offline). Caranya adalah dengan masuk ke menu bar iSpring, kemudian klik Publish. Anda dapat memilih output file dalam bentuk .exe, .html, atau flash. Dalam gambar di bawah ini dipilih .exe. Kemudian pada bagian Player, apabila Anda ingin tampilan keseluruhan dalam .exe sama persis dengan tampilan Power Point saat Slide Show, pilihlah None, namun apabila tampilan ingin nampak seperti E-Learning yang memiliki tampilan tombol Home, Next, Previous, dan list materi presentasi, pilihlah Classic seperti gambar di bawah ini. Tentukan nama file dan lokasi penyimpanannya. Lalu klik Publish.

6.      Sekarang, tampilan presentasi Anda yang berasal dari Power Point sudah nampak seperti aplikasi E-Learning yang canggih.

Dengan menggunakan cara-cara di atas, guru dapat dengan mudah membuat produk E-Learning cukup mengandalkan kemampuannya dalam Power Point saja. Teknik di atas masih sebatas cara membuat E-Learning dalam menyampaikan materi pembelajaran. Lalu bagaimana cara membuat soal-soal interaktif berbasis E-Learning? Sehingga siswa tidak perlu

menggunakan kertas dalam mengerjakan soal latihan? Caranya lagi-lagi sangat mudah. Berikut tahapan pembuatan soal interaktif berbasis E-Learning.

•       Unduh WonderShare Quiz Creator secara gratis di sini. Aplikasi ini berfungsi untuk membuat kuis interaktif dalam bentuk pilihan ganda, uraian singkat, menjodohkan, pertanyaan berurutan, dan lain-lain.

•       Install aplikasi tersebut.

•       Untuk mulai membuat kuis, pilih Create A New Quiz, kemudian pilihlah tipe kuis yang Anda inginkan, pada bagian menu sebelah kiri.

•       Setelah memilih tipe kuis, misalnya kuis Fill in the blank (isian singkat), isikan kolom-kolom pertanyaan dan beberapa jawaban yang dianggap benar.

•       Buatlah pertanyaan sebanyak yang Anda inginkan. Anda dapat menyisipkan suara, gambar, ataupun video pendukung dengan memilih Sound atau Movie pada saat membuat soal. Anda pun dapat memilih template soal dengan memilih Player Template.

•       Setelah jumlah pertanyaan dirasa cukup. Saatnya untuk mengatur waktu pengerjaan soal serta jawaban soal dan data siswa yang nantinya akan masuk ke email guru. Setiap siswa yang mengerjakan akan terkirim data siswa serta jawabannya ke email. Selain itu mereka pun dapat langsung melihat skor mereka pada akhir pertanyaan. Beberapa

pengaturan pada menu Quiz Properties adalah:

•        Pada bagian Quiz Information, Anda dapat mengedit tulisan awal pada tampilan soal. Pilih Collect Data Participants dan klik Set untuk mengirimkan semua data serta jawaban siswa ke email guru.

•       Quiz Setting berguna untuk mengatur kriteria nilai kelulusan siswa. Anda pun dapat mengacak soal sehingga setiap siswa urutannya berbeda.

•       Quiz Result untuk mengatur jika siswa lulus atau tidak tampilan apa yang akan muncul.

•       Question Settings dan Others berfungsi untuk mengatur tampilan font serta keperluan lainnya seputar tampilan pada pertanyaan.

7.      Klik Publish untuk mempublikasikan.

Mudah bukan membuat produk E-Learning? Guru yang tidak hi-tech sekali pun pasti bisa membuat produk E-Learning yang hi-tech. Pembuatan E-Learning yang mudah dan menarik hanyalah masalah kreativitas dari pembuatnya sendiri. Mari membuat E-Learning yang menarik!
 
 
alanhendrawan.com | bagas31.com

Author: Yolla

Share This Post On

6 Comments

  1. Terima Kasih infonya

    Bisa saya terapkan di institusi ….

    Thanks banyak ya…

    Post a Reply
    • html5 kuncinya gan, tapi pake framework processingjs, supaya content lebih interaktif, jaman sudah canggih nggak perlu flash lagi.

      Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>