Eiffel, I’m in Error

EIFFEL… I’m in Error ( Handry TM)

Kebayang tidak sih, ketika sedang enak-enaknya merancang suasana, eh… tiba-tiba ada situasi yang tidak mengenakkan. Tiba-tiba doi ‘sember’, misalnya. Apa yang mesti dilakukan? Sumpah serapah, kek, menampar pipi sendiri, kek?

MISALNYA aja kita membayangkan sebuah fragmen begini:

Kalau kebetulan kamu cewek, jadilah tokoh Tita di film Eiffel…I’m in Love. Kamu sedang berduaan sama cowok kamu, misalnya namanya Adit, deh. Di sebuah resto, tak jauh dari Menara Eiffel, kamu tengah merancang sebuah taktik, dimana kelak diharap bakal muncul suasana syahdu yang memorinya tak bakalan kucel dimakan umur.

Maka, kamu pandang pucuk Eiffel dengan kerlip lampunya yang meredup. Lantas kamu tatap kekasih kamu dengan sosotan mata paling bergairah. Konon, orang yang sedang “enak ati”, pupil matanya bakalan membengkak 400 persen dari ukuran sebenarnya.

foto: tomharry/ stock.xchng

“Dit…,” kata kamu sebagai Tita.

“Ehm…” jawab Adit acuh (yah, kayak tokoh di film itu).

“Bener nih kamu bakalan …”

“Bakalan apa??” Tiba-tiba cowok kamu menyergah. Kasar.

“Bakalan … bakalan … kata lo, kelak kita …”

“Maunya kamu apa?? Khayalan kamu apaan, sih?”

Kalimat terakhir itu, pasti deh bikin ukuran pupil mata kamu berkerut lagi. Mungkin minus 50 persen dari ukuran normal. Kamu jadi nervous tak ketulungan. Lantas, ada rasa dikhianati. Ada nyali yang diuji. Ternyata, tidak sebanding dengan yang kamu harapkan.

Nol Target

Kalau suasana sudah runyam kayak begitu, lebih baik diam. Ngerem speed. Zero target. Bukan lantas kamu marah, untuk kemudian menantang terhadap perlakuan kasar Adit.

Ada wilayah atawa “zona kosong” yang mesti disiapkan. Semisal, mundurlah agak teratur, selah-olah kamu tak pernah bikin deal apa-apa sama Adit. Biarkan si doi menyerang, kalau perlu bertahan diam. Pasti ada waktu tenggat untuk Adit berdiam diri. Setelah itu, cobalah tetap tenang.

Skenario lain, akan lebih baik jika Adit memulai pembicaraan. Dalam kondisi normal, Adit diharap bakalan bilang, “Sori, aku tadi emosional. Sebenarnya …”

Dalam kondisi tidak normal, Adit tetaplah diam, bahkan dalam situasi paling buruk, bisa aja Adit meninggalkanmu dan gone with the wind, entah kemana. Suasana memang tiba-tiba bisa menjadi musuh. Setan bisa mengubah diri menjadi kejengkelan, keletihan bahkan kejahatan. Jangan terjebak, anggap ini bagian dari permainan yang belum selesai.

Andai situasi reda, bisa saja Adit langsung bicara. Ia bilang ada masalah, sehingga sama sekali tidak hirau atas kehadiranmu. Tapi dalam situasi tetap marah, ia bisa bilang secara kasar: “Enyah kamu dari sini, aku nggak butuh siapa-siapa lagi di dunia ini.”

Jangan Percaya Freud

Bapak Psikoanalisa, Sigmund Freud, bilang: “Tak ada yang gratis di dunia ini, termasuk dalam agama dan kebaikan.” Ada yang benar, ada yang harus hati-hati disikapi. Ucapan Freud perlu diterjemahin secara dewasa, kalau kita tak ingin terjebak.

Menurut tokoh paling populer di dunia psikologi itu, segala jenis kebaikan, cinta, sayang, keadilan, kelembutan dari, dan terhadap seseorang, selalu ada “bayarannya.”

Seorang cowok baikan sama cewek, ia punya mau. Seorang ibu cinta sama anak, juga berharap sesuatu. Jadi, kebaikan Adit selama ini terhadap Tita, juga punya mau. Sehingga kemarahan itu, bisa jadi merupakan bentuk “penagihan” dari yang tidak terucap. Mungkin Adit ingin perlakuan di luar batas, atau apa.

Tapi, jangan selalu percaya sama Freud, karena ada penemuan-penemuan lain yang mengoreksi teori Psikoanalisa dengan penalaran-penalaran. Misalnya, Hursel, Carl Gustaf Jung, dan lain-lain.

Tentang kasus porak-porandanya suasana syahdu di Menara Eiffel itu, pasti deh ada penyebab-penyebab yang lain.

DATABase Problem ADIT

ADA dua kemungkinan, kenapa Adit merusak suasana “nyaman” itu menjadi neraka jahanam dalam “dating” Tita

1. Dalam kondisi normal: Adit sedang mengalami problem di luar Tita, ia tidak bisa mengatasi, sangat tertekan dan limbung keseimbangan

APA yang mesti TITA lakukan?

Tita menjaga jarak terhadap problema itu, blank (pura-pura bengong), memberi area netral agar Adit kembali ke kesadaran semula.

2. Dalam kondisi tidak normal: Tita kehilangan segalanya, arena ternyata Adit memang memperoleh kesadaran, bahwa Tita mengganggu dirinya.

KENAPA Adit berubah HALUAN demikian?

Karena, tiba-tiba ada informasi yang sangat frontal tentang Tita. Mungkin masa lalunya atau apa. Sehingga semua rencana langsung dihancurkan.

Case Box

Ada kejadian di Perancis, sebuah jembatan kota menimbulkan banyak korban jiwa. Jembatan besar itu sudah “mengantar” puluhan korban bunuh diri nyebur dari atas jembatan ke sungai. Mereka rata-rata punya problem serius terhadap kefrustrasiannya.

Penelitian pun dilakukan. Mulai dari ketinggian jembatan, warna jembatan (abu-abu), hingga problem kolektif warga setempat. Akhirnya diperoleh kesimpulan demikian: Yang paling menonjol adalah pengaruh warna jembatan. Jembatan abu-abu itu secara tidak sadar mampu memancing seseorang untuk berpikiran sedih dan emosional. Makanya, setelah warna jembatan itu dicat cerah, angka bunuh diri dari atas jembatan berkurang.

Maka, sadarlah setting, karena suasana sekitar mempengaruhi nuansa jiwa kita.
 

Handry TM

Author: Handry TM

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>