Film Habibie dan Ainun, Cinta Sejati Habibie Terhadap Ainun

Tidak hanya Romeo dan Juliet karya William Shakespeare yang mempunyai kisah percintaan yang romantis. Film Habibie dan Ainun juga memiliki kisah hampir sama yang diangkat dari kehidupan nyata Mantan Presiden RI, BJ Habibie bersama sang istri, Hasri Ainun. Film ini diadopsi dari novel karya BJ Habibie yang berjudul Habibie dan Ainun.

Reza Rahadian dan Inneke Koesherawati saat jumpa pers tentang film Habibie dan Ainun (Dok. Rahmat)

Bagi para pecinta film  ada banyak film pilihan yang akan diputar di berbagai bioskop selama bulan Desember ini. Anda tinggal memilih mau film berjenis drama, horor, komedi, thriller atau petualangan anak.   Anda juga tinggal memilih apakah film-film tersebut berasal dari luar atau dalam negeri. Nah! Salah satu film drama Indonesia yang akan ditayangkan di bulan Desember adalah Habibie dan Ainun yang disutradarai Hanung Bramantyo. Film yang mengisahkan perjalanan cinta mantan Presiden Indonesia ketiga ini diangkat dari novel yang berjudul sama karya Bacharuddin Jusuf  Habibie. Aktor dan artis yang yang berperan di dalamnya  adalah Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun. Selain Reza Rahadian dan Bunga Cipta Lestari, beberapa aktor dan artis lainnya yang ikut bermain  di sini adalah Tio Pakusadewo, Ratna Riantiarno, Mike Lucock dan Vita Mariana.

Film ini bercerita tentang cinta pertama dan terakhir seorang Habibie terhadap Ainun. Kisah cinta mereka terjadi tahun 1962, saat Habibie bertemu kembali dengan teman sekolahnya dulu yaitu Ainun di Bandung. Habibie adalah seorang insinyur yang baru pulang dari Jerman sementara Ainun, seorang dokter cerdas yang baru lulus dari kuliahnya. Pertemuan yang tidak sengaja tersebut membuat mereka terlarut dalam sebuah cinta dan kerinduan. Mereka pun akhirnya mengikrarkan janji dalam sebuah pernikahan.

Selama hidupnya, Habibie yang seorang jenius ahli pesawat terbang mempunyai mimpi besar, yaitu berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun menjadi salah satu penopang visi dan mimpi Habibie. Tapi mereka pun sadar, bahwa menggapai sebuah mimpi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan dalam kehidupan yang harus dilalui.

Alur cinta pun bergulir ketika mereka sudah menikah dan tinggal di Jerman. Pahit, manis, susah, senang dirasakan mereka berdua selama tinggal di negeri yang pernah dipimpin Adolf Hitler tersebut. Saat di Jerman, cinta Ainun terhadap Habibie dibuktikan  dengan pengabdian dan kesetiaannya mendampingi Habibie sebagai seorang peneliti. Cinta Ainun tak pernah berubah dan sama tulusnya ketika mereka kembali ke Indonesia. Begitu juga dengan Habibie, kesetiaan Ainun dibalas dengan ketulusan,cinta dan kasih sayang. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya, dia adalah mata untuk melihat hidupnya. Menurutnya, kehadiran Ainun yang telah mendampinginya selama ini, telah menjadi api yang selalu membakar energi semangat dan jiwanya dalam menjalani hidup, sekaligus laksana air yang selalu menyiram dan meredakan gejolak jiwanya hingga kembali tenang. Sepanjang hidupnya, mereka memang  saling melengkapi. Bahkan cinta mereka tetap hidup walau Ainun dan Habibie terpisah di dua dunia yang berbeda.

Film Habibie dan Ainun diperkirakan akan menarik minat banyak penonton. Sama halnya dengan novelnya yang menjadi salah satu buku best seller.  Mereka akan penasaran dengan kisah kehidupan seorang Mantan Presiden  Indonesia ketiga dengan Ibu Negaranya. Banyak kisah yang diceritakan dalam film ini. Menurut Reza Rahadian dalam jumpa persnya, Minggu (9/12) di sebuah kafe di Jakarta,  film ini memang sangat bermakna. Habibie dan Ainun berbicara mengenai interaksi individu, tidak sekedar kisah percintaan mereka semata. ”Pesan yang disampaikan adalah arti kekuatan cinta, tidak hanya cinta terhadap individu melainkan cinta terhadap dunia pendidikan, sosial dan budaya bahkan negara”, ujar Reza. Selain itu tambah Reza, pesan lain yang disampaikan dalam film ini adalah mengenai pengorbanan, pengabdian yang tulus dan yang paling penting yaitu  bagaimana sebuah cinta bisa menyemangati seseorang.

Pengambilan gambar film Habibie dan Ainun dilakukan di beberapa kota di Indonesia yaitu Yogyakarta dan Bandung, sementara proses syuting di Jerman adalah di kota Munich. Selama proses pembuatan film tersebut, Baharudin Jusuf Habibie selalu hadir untuk menyaksikannya, termasuk di Munich, Jerman.

Reza Rahadian sendiri selaku pemeran Habibie sempat kesulitan ketika

Aktor Reza Rahadian (Dok. Rahmat)

memerankan Habibie. Apalagi karakter Habibie sangat berbeda bahkan  bertolak belakang dengan kesehariannya. Namun baginya ini adalah tantangan dan tanggung jawab besar yang harus diperankan. Dirinya membutuhkan satu minggu untuk menyelami gesture Habibie. “Yang paling sulit cara berjalan, kemiringan tubuhnya dan mudah-mudahan baik hasilnya”, tambah Reza.

Bagi masyarakat yang sudah membaca novel Habibie dan Ainun, mungkin bisa membandingkan dengan filmnya yang segera tayang ini. Sebenarnya, buku karya BJ Habibie tersebut bukan sekedar novel tapi juga bisa dikatakan sebagai memoar seorang Habibie. Biasanya sebuah novel akan lebih dramatis ceritanya jika dibandingkan dengan filmnya. Namun apakah seorang Hanung Bramantyo mampu mengemas secara detail  seperti apa yang diceritakan dalam buku novelnya? Tentu hal ini menjadi salah satu rasa penasaran penonton.

Bagi para pecinta film bergenre drama romantis, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk menonton film Habibie dan Ainun. Film ini akan ditayangkan perdana pada 20 Desember 2012 di Jakarta. Apalagi masyarakat yang menonton film ini berarti turut berpartisipasi memberikan cap stempel sebagai tanda kasih sebuah produk kosmetik yang menjadi sponsor film ini sebesar Rp 10 ribu. Jumlah uang yang terkumpul kemudian akan didonasikan ke Yayasan milik Almarhumah Ainun Habibie.
.

Author: nugraha danu

Share This Post On

2 Comments

  1. Subhanallah ceritanya bagus sekali. Saya sudah menonton sebanyak 4x dan saya tidak pernah bosan untuk menonton film itu lagi. Sukses selalu buat bapak Habibie, buat ibu Ainun semoga menjadi Bidadari yg cantik di surga o:) Amin

    Post a Reply
  2. SubhaanaLLOOH, Alloohummaghfirlil “Ibu Ainun Habibi” wahkhamhaa wa’fu anha, waj ‘ alill jannata masy waaha…….
    Inspired to nationalism and Amazing romantic history of Prof. Habibi and his wife….may this film contribute to build Indonesian to awake from long dream
    to be independent and exist nation….Amin

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>