Freya Stark, Wanita Penjelajah Abad 20

Wanita penjelajah diyakini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, sejak manusia bermigrasi ke seluruh penjuru dunia. Begitu banyak nama yang bisa disebut saat kita menghubungkan kata perempuan dengan explorer. Dan berkat kemajuan teknologi dan pendidikan, catatan perjalanan, pemikiran dan hasil karya wanita-wanita penjelajah ini memberikan kontribusi besar dalam masyarakat modern.

m_bartosch / FreeDigitalPhotos.net

Salah satu wanita penjelajah abad 20 yang paling sering disebut namanya adalah Freya Madeline Stark. Wanita Inggris yang lahir di Paris ini memulai perjalanan pertamanya saat berusia empat tahun, ketika lari dari rumahnya di Dartmouth, Inggris menuju Plymouth. Hanya dengan berbekal jas hujan, sebuah sikat gigi dan uang satu penny, ia bertekad menemukan laut. Walaupun saat itu ia tidak berhasil memenuhi keinginannya tersebut, tekad keras yang ditunjukkannya saat itu membuat Freya Stark di kemudian hari terkenal sebagai woman traveler abad 20.

Early life

Masa kecil dan remajanya tidaklah mudah. Ayah ibunya berpisah saat ia berusia delapan tahun. Masalah keuangan dan kesehatan, seperti pneumonia dan jantung, menjadi tantangan bagi Freya yang kemudian hidup bersama ibunya di Italia. Alih-alih menjadikan kekurangannya sebagai alasan untuk tidak berbuat apa-apa, Freya membuktikan bahwa kondisi yang terlihat tidak menguntungkan itu bukanlah hambatan untuk mencapai cita-citanya.  Pada saat ia harus terbaring sakit di rumah, Freya memanfaatkan waktunya dengan belajar berbagai bahasa dan merencanakan perjalanan.

Sejak kecil Freya dan saudara-saudaranya diasuh oleh governess 1 dari Jerman yang terbiasa mengajarkan mereka bahasa asing, memperkenalkan mereka pada karya-karya Homer – penulis puisi Yunani kuno terbaik – sejak usia 9 tahun, dan menulis puisi sejak usia 8 tahun. Pendidikan semacam inilah yang menjadi dasar bagi Freya sehingga di kemudian hari ia menjadi penulis yang luar biasa. Walaupun demikian Freya sempat menghapus keinginannya menjadi penulis ketika salah satu puisinya diberi komentar oleh penulis lain yang mematahkan semangatnya.

Di usia 19 tahun Freya melanjutkan pendidikan di University of London untuk belajar sejarah. Sayangnya Perang Dunia I memaksanya kembali ke Italia, belajar dan bekerja sebagai perawat. Cinta pertamanya pada seorang pemuda Italia pun harus kandas karena sang pria membatalkan pertunangan mereka dan menikah dengan wanita lain. Freya tidak menyerah dan terus berjuang untuk bertahan hidup, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengejar impiannya: traveling.

Freya Stark sangat ingin berkunjung ke negara-negara di Timur Tengah. Keseriusannya dibuktikan dengan belajar bahasa Arab pada seorang pendeta yang pernah tinggal di Lebanon. Dua kali dalam seminggu ia harus berjalan satu jam menuju stasiun kereta api yang membawanya ke kota di mana pendeta itu tinggal. Kemudian ia harus berjalan beberapa mil untuk sampai ke monasteri sang pendeta. Hebatnya, dalam beberapa bulan saja Freya bisa membaca Quran dalam bahasa Arab aslinya.

Penjelajahan Freya

Perjalanan pertama Freya dilakukan pada tahun 1927 saat berusia 34 tahun. Syria adalah tujuan pertamanya, dilanjutkan dengan Lebanon di tahun berikutnya. Di sanalah ia menemukan kecintaannya pada gurun pasir yang ternyata  tidak pernah surut sampai akhir hayatnya.

Selanjutnya Freya menjelajahi Irak, Persia, Palestina dan Arabia dalam waktu dua belas tahun berikutnya. Ia berhasil memetakan kembali daerah terpencil pegunungan Elburz di Persia dan menjadi wanita Eropa pertama yang menjelajah hingga Luristan. Ia juga berhasil ‘menemukan kembali’ pelabuhan kuno Arab, Port of Cana.

Dino De Luca / FreeDigitalPhotos.net

Selama Perang Dunia II, Pemerintah Inggris memanfaatkan pengalaman, ilmu dan keahlian Freya di Timur Tengah untuk membantu Inggris melawan pengaruh Nazi di Yaman, Kairo dan Bahgdad. Setelah perang usai Freya melanjutkan ekpedisi ke Asia Minor.

Freya bukanlah explorer yang dikenal karena keberhasilan ekspedisinya. Ia lebih banyak dikenal sebagai penjelajah yang juga pengamat sejarah, bahkan beberapa kalangan menyebutnya sebagai ethnologist. Lebih dari itu, Freya adalah penulis yang luar biasa. Autobiografi dan buku traveling hasil karyanya diakui sebagai karya terbaik yang pernah ada.

Why she is a different traveler

Freya Stark merupakan wanita Eropa pertama yang menjelajahi Timur Tengah dan Arab. Kemampuannya berinteraksi dengan penduduk lokal dengan luwes dan penuh respek membuatnya dengan mudah diterima oleh banyak kalangan, termasuk masyarakat Arab yang saat itu dikenal membatasi interaksi dengan bangsa asing.

Ilustrasi, dokumen pribadi

Freya bahkan berhasil membuat dirinya diterima dengan baik oleh penduduk di daerah Hadhramaut yang terkenal sangat tertutup, karena ia selalu menunjukkan rasa hormatnya kepada penduduk lokal dan adat istiadat setempat. Ia adalah wanita Eropa pertama yang diijinkan berkunjung ke kota di lembah Hadhramaut yang dikelilingi tembok berusia ratusan tahun. Pengalamannya ini dituangkan dalam bukunya “The Southern Gates of Arabia” (1936).

Freya mampu memahami penduduk lokal lengkap dengan sejarah mereka dan tidak semata-mata pada obyek dan tempat yang dikunjungi. Ia lebih banyak tertarik pada bagaimana suatu kelompok manusia di suatu tempat berubah dan berevolusi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang mereka yakini. Di saat yang sama kemampuan bahasanya yang luar biasa, membuat Freya mampu menuliskan semua pengalamannya ke dalam buku yang dianggap sebagai travel writing terbaik yang pernah ada.

Buah karya

Menulis selalu menjadi bagian dari hidupnya. Freya kecil terbiasa mengirimkan surat untuk kedua orang tuanya sejak mereka bercerai. Saat traveling ke Timur Tengah, Freya rajin mengirimkan jurnal dan surat ke ibunya, yang kemudian oleh sang ibu dikumpulkan dan diketik dengan rapi. Sang ibu inilah yang mendorongnya untuk membukukan hasil karyanya tersebut. Kebiasaan akan bacaan bermutu sekaligus dorongan untuk menulis membuat Freya dengan mudah melihat dan merekam pengalamannya dalam kata-kata yang indah.

Surachai / FreeDigitalPhotos.net

Freya menyadari bahwa menuliskan kisahnya dapat membantu membiayai kecintaannya akan traveling. Sampai wafatnya pada usia 100 tahun, Freya menerbitkan 24 travel book dan autobiografi, serta 8 volume kumpulan surat yang ditulisnya antara tahun 1930-1980. Beberapa di antaranya bahkan diterbitkan ulang. Beberapa judul bukunya adalah “Baghdad Sketches” (dipublikasi tahun 1933 dan 1937) dan “The Valleys of the Assassins and Other Persian Travels” (dipublikasi tahun 1934, 1972 dan 1978).

Passion Freya untuk menjelajahi daerah Timur Tengah sebagian besar disebabkan oleh kecintaannya untuk belajar bahasa dan sejarah. Freya tertarik dengan sejarah bangsa-bangsa Arab sekaligus pada bahasa yang digunakan, yang menurutnya menantang untuk dipelajari.

Sebagai contoh, menurut Freya suku Badawi yang sebagian besar hidup nomaden (berpindah-pindah) memiliki seni bahasa dan conversation yang menarik. Walaupun mereka tidak banyak berbicara, saat mereka bicara terasa bermakna dan tidak akan pernah dijumpai suku Badawi yang menyela pembicaraan orang lain. Sementara bahasa yang digunakan sendiri, menurut Freya, adalah bahasa yang paling puitis dan indah. Maka tak heran jika pengalaman Freya berinteraksi dengan bangsa-bangsa yang berbahasa dengan baik tersebut memperkaya kemampuannya menulis dalam bahasa yang indah.

Kisah perjalanan wanita yang pernah menikah namun tidak memiliki keturunan ini terasa hidup bagi pembacanya. Karena selain menceritakan tentang keajaiban tempat-tempat yang dikunjunginya, ia juga dapat menceritakan kehidupan masyarakat yang tinggal di sana, lengkap dengan pemahamannya akan sejarah masa lalu dan pengaruhnya terhadap gaya hidup mereka di masa kini. Di saat yang sama Freya juga penulis yang jujur, yang tidak segan mengungkapkan rasa frustasi dan ketidaknyamanan yang dirasakannya saat menjelajah.

Kecintaan Freya pada bahasa telah membawanya menjelajahi banyak daerah di Timur Tengah yang belum pernah terjamah penjelajah wanita atau bahkan penjelajah Eropa secara umum. Penjelajahan Freya membuahkan hasil karya yang kemudian membuatnya memperoleh penghargaan dari Royal Geographic Society. Bahkan kerajaan Inggrispun menganugerahi gelar Dame of British Empire yang setara dengan gelar ksatria (knighthood) untuk wanita di tahun 1972.

Freya wafat dalam usia 100 tahun di tahun 1993, dengan meninggalkan karya terbaik yang pernah ada. Banyak ahli sepakat bahwa karya Freya adalah karya yang jernih dan elegan yang terinspirasi dari sejarah dan manusia. Alih-alih terjebak sentimentalitas akan sejarah, Freya mengajarkan bagaimana melihat sejarah tersebut mempengaruhi dan mengubah kehidupan manusia sehingga kita bisa merasakan bahwa dunia sangatlah luas dan menjanjikan banyak hal jika kita mau berusaha mencarinya.

Footnote

  1. Governess, pengasuh anak-anak usia sekolah di keluarga menengah ke atas di Inggris sekitar abad 19.  Governess bertanggung jawab atas pendidikan anak asuhnya, tidak seperti nanny yang lebih fokus pada kebutuhan fisik anak asuhnya. Beberapa tipe governess adalah “daily governess” yang datang setiap hari ke rumah keluarga di mana ia bekerja, dan “private governess” yang tinggal dan bekerja di rumah keluarga yang mempekerjakannya.

Referensi:

  1. Stefoff, R, 1992, Women of The World. Women Travelers and Explorers, Oxford University Press, New York
  2. Thubron, C, 1999, Sophisticated Traveler, NY Times, viewed on March 15, 2012 (http://www.nytimes.com/books/99/10/10/reviews/991010.10thubrot.html)
  3. Green, BP, 1977, A Talk with Freya Stark, Saudi Aramco World, viewed on March 15, 2012 (http://www.saudiaramcoworld.com/issue/197705/a.talk.with.freya.stark.htm)
  4. Flint, PB, 1993, Dame Freya Stark, Travel Writer, Is Dead at 100, viewed on March 15, 2012 (http://www.nytimes.com/1993/05/11/obituaries/dame-freya-stark-travel-writer-is-dead-at-100.html?src=pm)

Show 1 footnote

  1. Wanita yang berprofesi sebagai semacam pengasuh anak

Author: Evy

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>