Lebih Dekat Dengan RSBI

 

school boy

stockvault.net/school-boy

Dibalik kisruh dan hiruk-pikuk dunia pendidikan Indonesia, akhir-akhir ini istilah RSBI atau singkatan dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional sering mencuat di media terkait dengan penyelenggaraan dan isu-isu mengenai RSBI itu sendiri. Pro-kontra mengenai pengelolaan jenis sekolah ini selalu terdengar, tetapi ada baiknya jika mengetahui latar belakang dibangunnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ini lebih dekat. Diawali dengan keinginan pemerintah ingin membangun pendidikan bertaraf internasional yang berada di wilayah Indonesia dengan beberapa latar belakang, diantaranya:
 
 
1. Di tahun 90-an, banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh suatu yayasan dengan menggunakan identitas internasional tetapi tidak memiliki kejelasan kualitas dan standarnya
2. Banyak orang tua yang mampu secara ekonomi memilih menyekolahkan anaknya ke luar negeri.
3. Belum ada payung hukum yang mengatur penyelenggaraan sekolah internasional.
4. Perlunya membangun sekolah berkualitas sebagai pusat unggulan pendidikan.
5. Berdasarkan fenomena di atas, pemerintah mulai mengatur dan merintis sekolah bertaraf internasional.
6. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlu pengakuan secara internasional terhadap kualitas proses dan hasil pendidikannya.
 
Melalui enam latar belakang sekolah bertaraf internasional itu, pemerintah mulai melakukan usaha untuk merintis sekolah bertaraf internasional atau sering disebut dengan istilah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Adapun dasar hukum dari penyelenggaraan SBI adalah :
 
1. Undang-Undang No. 20/2003 (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 50 ayat 3, yakni :”Pemerintah dan/ atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”
2. Undang-Undang No.32/2004 (Pemerintah Daerah.
3. Peraturan Pemerintah No.19/2005 (Standar Nasional Pendidikan).
4. Peraturan Pemerintah No. 38/2007 (Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota).
5. Peraturan Pemerintah No. 48/2008 (Pendanaan Pendidikan).
6. Peraturan Pemerintah No.17/2010 (Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan).
7. Permendiknas No.63/2009 (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan).
8. Permendiknas No.78/2009 ( Penyelenggaraan SBI pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
 
Memang latar belakang dari RSBI sangat didukung dengan implementasi kurikulum dan kualitas pengajaran, fasilitas dan beberapa hal lainnya. Evaluasi secara berkelanjutan tentu sangat diperlukan untuk mendukung RSBI berperan aktif dalam menciptakan siswa yang berwawasan global dan berkulitas baik.
 
Setelah mengetahui latar belakang dibangunnya RSBI oleh pemerintah dan dasar hukum penyelenggaraan sekolahRSBI, di bagian ini akan dibahas mengenai bagaimana sekolah dapat diajukan menjadi RSBI. Adapun jenjang suatu sekolah dapat diajukan menjadi sekolah RSBI haruslah sudah memenuhi syarat sekolah reguler(SSN) yaitu:
1. Memiliki rata-rata UN 6,5
2. Tidak double shift.
3. Berakreditasi B dari BAN sekolah/Madrasah.
 
Setelah memenuhi syarat sekolah reguler atau Standar Nasional (SSN),maka sekolah itu dapat diajukan menjadi sekolah RSBI. Syarat sekolah reguler dapat diajukan menjadi sekolah RSBI adalah :
1. Sudah SSN
2. Berakreditasi A dari BAN Sekolah / Madrasah
3. Pembelajaran Matematika IPA dan kejuruan (SMK) dilakukan dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Internasional (bilingual)
4. Nilai rata-rata UN 7,0
 
Kemudian setelah memenuhi persyaratan tsb, sekolah dan komites sekolah atau yayasan sekolah dapat membuat proposal yang akan diajukan ke dinas pendidikan kabupaten atau kota. Setelah itu dinas pendidikan kabupaten atau kota akan melanjutkan proposal tersebut kepada Dinas Pendidikan Provinsi, ketika proposal diketahui atau disetujui oleh Dinas Pendidikan Provinsi maka proposal tersebut dapat dilanjutkan kepada Kemendiknas. Tim verifikasi dari Kemendiknas akan melakukan verifikasi dan evaluasi untuk menetapkan sekolah tersebut disetujui menjadi RSBI atau ditolak.
 
Menurut data dari dinas pendidikan di tahun 2009, tercatat ada 195 SD, 299 SMP, 321 SMA dan 295 SMK yang telah ditetapkan menjadi RSBI. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan semakin menjamurnya sekolah-sekolah yang ingin memperebutkan status ini. Perlu diketahui beberapa sumber dana untuk RSBi adalah berasal dari:
1. APBN
APBN ditujukan untuk pembiayaan operasional dalam rangka pengembangan kapasitas untuk menuju standar kualitas SBI. Adapun porsi pembiayaan APBN adalah untuk proses pembelajaran sebesar 30%, sarana penunjang proses belajar mengajar sebesar 25%, manajemen maksimal sebesar 20% dan subsidi siswa miskin dan kesiswaan sebesar 25%.
2. APBD Provinsi/Kabupaten/ Kota
APBD ditujukan untuk pembiayaan investasi dan biaya operasional rutin
3. Masyarakat dan atau orang tua

Ditujukan untuk pembiayaan investasi dan operasional untuk menutup kekurangan biaya dari APBN dan APBD untuk menuju standar kualitas SBI. Diharapkan melalui beberapa artikel ini, pembaca akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai RSBI.
 
dikdas.kemdiknas.go.id

Author: Hariyani

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>