Mari bangkitkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara!

Ki Hajar Dewantara adalah seorang aktivis dalam pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia dan pelopor pendidikan bagi rakyat sejak zaman penjajahan Belanda. Ia adalah sosok yang berperan penting dalam dunia pendidikan karena dialah yang menjunjung tinggi martabat bangsa Indonesia dengan memberikan pendidikan kepada rakyat. Konsep pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan harus dimiliki oleh setiap orang agar menjadi individu yang berkarakter dan berkualitas tinggi dalam menjunjung harkat dan martabat Indonesia. Inti konsep tersebut adalah untuk memanusiakan manusia sehingga menjadi individu yang mampu menjunjung kualitas bangsa Indonesia. Tapi, konsep tersebut mulai pudar, yang terjadi di Indonesia malah cenderung bersifat eksploitatif dan terlalu terobsesi pada konsep pendidikan yang bersifat kebarat-baratan dan lupa akan tanah airnya sendiri.

Penyebab kepudaran konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara adalah karena mengadopsi sistem pendidikan dari luar negeri tanpa ada pertimbangan lebih lanjut pada dampak yang akan terjadi selanjutnya. Sehingga nilai-nilai nasionalisme yang terdapat pada bangsa kita jadi terabaikan. Bahasa dan budaya tanah air juga mulai sirna dan hanya sedikit yang mengetahuinya. Ditambah lagi dengan adanya budaya luar negeri yang semakin menyebar di Indonesia, budaya tanah air kita terancam punah.

Sistem pendidikan bangsa kita tidak lagi mengandung nilai-nilai kebangsaan, dunia pendidikan yang bersifat kapitalistik hanya menciptakan pemisahan antara kaum terpelajar dengan non-terpelajar.

Konsep Ki Hadjar Dewantara dapat dijadikan sebagai tujuan dan syarat dalam membangun kepribadian dan kemerdekaan batin bagi bangsa Indonesia, tujuannya adalah agar pelajar dapat dengan tegas membela perjuangan bangsanya. Jika tujuan pelaksanaan dalam pendidikan adalah kemerdekaan, maka sistem pengajaran juga harus berfaedah dalam pembangunan jiwa dan raga bangsa. Bahan pendidikan pun juga harus sesuai dengan kebutuhan hidup masyarakat.

Kunjana, Ketua Panitia Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan menyampaikan bahwa hal tersebut sangat menyimpang dari konsep pendidikan yang diberikan oleh Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ki Hadjar telah menerapkan metode dalam memanusiakan manusia menggunakan tiga filosofi yang telah dikembangkan oleh beliau, yaitu naturalistik, nasionalistik, dan spiritualistik.

Kunjana mengungkapkan seperti yang dikutip dalam nationalgeographic.co.id bahwa hingga saat ini sistem pendidikan bangsa kita masih mengalami kebimbangan, hal itu disebabkan karena dunia pendidikan di negara kita masih bereksplorasi memilih sistem pendidikan yang tepat dalam membangun karakter bangsa Indonesia.

Kebimbangan inilah yang menyebabkan cita-cita bangsa Indonesia dalam membangun karakter manusia sebagai jiwa yang merdeka mulai sirna. Pendidikan Indonesia pun hanya berfokus kepada hal-hal yang bersifat kuantiatif akademik dan kognitif saja. Kunjana juga mengungkapkan bahwa saat ini cukup banyak lulusan yang kurang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, seperti kurangnya cinta tanah air dan kepekaan terhadap lingkungan sosial.

Sutaryo yang adalah seorang sejarawan Universitas Gadjah Mada juga menambahkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia makin mengarah pada sistem pendidikan di daerah barat, untuk itu konsep pendidikan yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita perlu dibangkitkan kembali agar pendidikan yang ideal dan sesuai dengan karakter bangsa kita dapat tercapai.

Pendidikan juga tidak disertai dengan paksaan, melainkan dengan tata tertib dan damai, ketentraman, serta kecintaan terhadap tanah air yang menjadi prioritas utama. Dalam meningkatkan kesempurnaan hidup di dunia pendidikan, perlu menumbuhkan akal sehat dan budi pekerti, serta tidak meninggalkan jiwa kebangsaan.
Dalam pengajaran dan pendidikan kepada masyarakat haruslah memperhatikan ilmu psikologi, ilmu jasmani, etika, estetika, serta penerapan dalam pembentukan karakter seseorang. Selain itu, bahan pengajaran dan pendidikan harus memuat nilai-nilai kebangsaan agar tidak melahirkan individualisme, hedonisme, dan kapitalisme

Sutaryo mengatakan bahwa konsep dari pendidikan Ki Hadjar Dewantara dapat diaplikasikan dengan melalui rumusan Pancasila, dengan mengamalkan Pancasila secara benar dan baik dapat menumbuhkan karakter bangsa yang berbudaya dan sesuai dengan bangsa Indonesia. Dengan demikian, perwujudan dari pendidikan yang merdeka dan berkarakter dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dapat dijadikan sebagai solusi dalam membangun kembali pendidikan serta kebudayaan nasional.

nationalgeographic.co..id | kompas.com

Author: Christian Tandya

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>