Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Doc. Pribadi Nien.Y 2012

Komunitas Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus Semarang atau biasa disebut KOMPAKS, pada hari Sabtu 14 April 2012 telah sukses menyelenggerakan Seminar dan Workshop ‘Mengenal Learning Dificulties (Kesulitan Belajar) pada Siswa dan Anak Berkebutuhan Khusus’ di hotel Quest Semarang. Para peserta berasal dari berbagai kalangan, seperti orang tua yang memiliki ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), guru dan terapis. Mereka yang datang tidak hanya dari kota Semarang tetapi juga dari Solo, Salatiga dan kota-kota lain di Jawa Tengah, bahkan ada yang datang dari propinsi DIY.

Dr Endang Widyorini, M.Si, Psi yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar tersebut menjabarkan tentang bagaimana terjadinya kesulitan belajar pada anak berkebutuhan khusus. Hal ini disebabkan oleh kelainan fungsi pada sistem saraf otak. Ada beberapa jenis kesulitan belajar pada siswa atau anak berkebutuhan khusus, antara lain:

  • Disleksia : kondisi ketidakmampuan/kesulitan membaca
  • Diskalkulia: kondisi ketidakmampuan/kesulitan di bidang matematika
  • Disgraphia: kondisi ketidakmampuan/kesulitan menulis

Dr Endang yang juga Ketua Umum Program S2 Psikologi Universitas Soegijopranoto Semarang menjelaskan secara gamblang mengenai penyebab dari kesulitan-kesulitan tersebut, juga mengupas tentang ciri-ciri anak yang mengalaminya. Dan yang terpenting adalah bagaimana menangani dan memberikan metode belajar yang tepat pada anak-anak dengan kondisi tersebut diatas. Menurutnya guru dan orang tua perlu melakukan pendekatan belajar yang praktikal. Tidak bijaksana untuk memaksakan cara belajar-mengajar ‘klasik’ jika sulit diterima oleh sang anak. Anak-anak dengan kesulitan belajar tertentu bisa menjadi sangat sensitif terutama jika mereka merasa berbeda dibanding teman-temannya dan mendapat mendapat perlakuan yang berbeda pula dari gurunya.
Harus ada kerjasama terpadu antara guru dan orang tua untuk menentukan strategi belajar di kelas, memonitor perkembangan, serta melakukan tindakan yang perlu untuk memfasilitasi kemajuan anak.

Pembicara lain dalam seminar ini adalah Adi Nugroho Horstman, PhD, seorang praktisi Pedagogic Klinis dan penulis buku Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Adi Nugroho mengingatkan bahwa pada dasarnya setiap manusia yang dilahirkan memiliki hak asasi yang sama dan setara, termasuk di dalamnya adalah hak untuk belajar dan mengembangkan diri secara maksimal. Ia menentang diskriminasi pelayanan pendidikan yang masih terjadi dalam beragam bentuk.

Doc. Pribadi Nien. Y 2012

Seminar yang dimulai pada pukul 8.00 dan berakhir pukul 16.00 ini dihadiri oleh kurang lebih 150 peserta. Semua peserta mengikuti jalannya seminar dengan antusiasme tinggi dan memanfaatkan sesi tanya jawab sebaik-baiknya. Menurut ketua KOMPAKS, Tunggul Endro Handojo, seminar semacam ini memang sangat diperlukan oleh para orang tua, guru dan terapis untuk mendapatkan pengetahuan yang benar agar tidak salah memahami dan menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak sedikit dari anak-anak berkebutuhan khusus ini yang bisa meraih prestasi nyata di dunia pendidikan, jika ditangani dengan benar sejak usia dini. Masa balita adalah masa paling menentukan bagi anak-anak ini. Terapi yang terarah dan konsisten pada masa balita pasti bisa memaksimalkan potensi sang anak. Walau demikian, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik dan benar demi kemajuan pertumbuhan seorang anak.

Acara ini juga didukung penuh oleh salah satu perusahaan asuransi terkemuka ‘Great Eastern’ dan majalah pendidikan online ‘MJEDUCATION.CO’.

 

(Tim Liputan MJEDUCATION.CO)

Nien

Author: Nien

Share This Post On

1 Comment

  1. Ini kerrren!!! Keep up the good work team MJEducation.co….

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>