Pekan Produk Kreatif Daerah, Ajang Pameran Produk UKM

 

Pembukaan Pekan Produk Kreatif Daerah 2013 di Monas, Jakarta (dok.rahmat)

Pameran Pekan Produk Kreatif Daerah 2013 telah digelar. Berbagai produk kreatif terutama dari usaha kecil dan menengah dipamerkan di acara tersebut. Pengunjung pun dibebaskan biaya masuknya. Dikabarkan acara pameran ini sebagai awal pemerintah DKI Jakarta melakukan uji coba rencana pemindahan arena Pekan Raya Jakarta yang diselenggarakan di Kemayoran ke Monas, Jakarta Pusat.

Sebuah robot bergerak dengan sendirinya saat seseorang menyalakan api dalam lilin, lalu dengan sigap, robot tersebut, berlari menuju sumber api dan langsung meniupnya sampai api padam. Atraksi robot itu diperagakan oleh mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta, saat acara Pekan Produk Kreatif Daerah 2013 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Kawasan Monas (14/06-16/06). Di acara tersebut, tak hanya kalangan kampus swasta yang ikut berpartisipasi, universitas negeri juga ikut andil. Mereka, memamerkan kebolehan hasil karya mereka kepada pengunjung yang datang ke sana.

Masih dari kawasan Monas, secara terpisah, seseorang tengah berkreasi dengan membuat lukisan dari kulit telor. Ada banyak karya yang sudah dihasilkan, diantaranya adalah lukisan Monalisa dan beberapa tulisan kaligrafi. Produk handmade kreatif lain yang dipamerkan adalah pengelolaan botol yang sudah dianggap sampah dan ‘disulap’ menjadi barang berguna dan bernilai jual tinggi untuk dijadikan lampu penerang atau lentera.

Setidaknya ada ratusan peserta yang ikut dalam Pekan Produk Kreatif Daerah 2013. Mereka semua berasal dari berbagai perusahaan kecil dan menengah yang ada di Jakarta dan sekitarnya, kalangan kampus dan pedagang kecil.

Ada ribuan orang yang datang berkunjung ke acara yang dibuka oleh Wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok. Selain untuk berbelanja, sebagian besar dari mereka, ingin mengetahui acara pesta rakyat tersebut. Seperti Agus Pambudi asal, Sumatera Selatan. Ia datang ke Jakarta bersama teman-temannya dan menyempatkan diri berkunjung ke acara Pekan Produk Kreatif. “Saya ingin tahu saja, kebetulan saya ada di Jakarta dan langsung datang ke sini”, ujarnya. Saat tiba di Kawasan Monas, ia begitu tertarik dengan berbagai acara yang digelar dan produk yang dipamerkan. ”Menurut saya ini bagus, selain bisa menampung perusahaan kecil, berkunjung ke sini juga gratis, sehingga terasa banget pesta rakyatnya”, tambahnya.

Tak hanya pengunjung yang ikut merasakan kegembiraan, para peserta pameran juga ikut merasakannya. Bahkan mereka meminta agar acara seperti ini diperpanjang dan tidak hanya digelar satu tahun sekali. “Saya sangat senang, acara ini harus diteruskan, karena bermanfaat untuk rakyat”, ujar Hartini, penjual kain batik Betawi. Bagi Hartini acara seperti ini bisa memperkenalkan dan memperluas produk Betawi. Sementara itu, bagi Fangfang, penjual kain, acara Pekan Produk Kreatif sangat bagus, menurutnya di hari pertama saja, sudah banyak yang mengunjungi stand nya. “ Acara ini sangat bagus, pengunjungnya juga banyak, sampai kita nggak berhenti melayaninya, tidak kalah sama yang di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran”, ujarnya.

Meski banyak tanggapan positif dari pengunjung dan peserta, acara Pekan Produk Kreatif Daerah 2013, bukan tidak meninggalkan kekurangan. Salah satunya adalah mengenai lahan parkir yang terbatas, apalagi pengunjung yang datang membludak. Kawasan parkir di IRTI Monas yang sudah disediakan tidak cukup menampung kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Imbasnya, trotoar dan bahu jalan di sekitar Monas digunakan orang tertentu untuk lahan parkir. Kekurangan lahan parkir juga diakui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya, sebagai alternatif pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di gedung-gedung sekitar Monas jika parkiran di IRTI penuh seperti di stasiun Gambir.

Sebagai bahan evaluasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat lahan parkir yang lebih luas lagi seperti membuat parkiran di area basement. Rencananya, pemerintah DKI akan membangun jalan terusan antara Monas dan stasiun gambir. Di jalan terusan tersebut, bisa dibuka gerai-gerai untuk para pegiat UKM memamerkan produknya, termasuk para pedagang kerak telor. “ Kita berencana membangun underground antara Monas dan Stasiun Gambir dimana di situ ada pertokoan dan lahan parkir”, ujar Basuki. Wacana tersebut akan direalisasikan tahun depan dengan menggandeng PT Jakarta Propertindo, perusahaan milik Pemprov DKI sebagai pelaksana pembangunannya.

Basuki Tjahaja Purnama, Wakil gubernur DKI Jakarta saat memberikan sambutan di acara Pekan Produk Kreatif Daerah 2013 di Monas, Jakarta.

Menurut Ahok, panggilan Basuki Tjahaja Purnama, acara Pekan Produk Kreatif Daerah sengaja digelar untuk mewadahi pemilik usaha kecil dan menengah (UKM). Bagi Pemprov DKI Jakarta, memberikan kesempatan kepada usaha kecil dan menengah adalah sebuah keharusan. Mereka harus diberikan kesempatan untuk memamerkan produknya agar berhasil. “Ini keinginan dan pesan dari Pak Jokowi, harus ada tempat untuk para pemilik UKM mereka berhasil”, ujarnya. Ahok menilai jarang ada kesempatan promosi terhadap usaha kecil dan menengah. Kalaupun ada harganya sangat mahal, sehingga para pedagang tidak bisa membayarnya. Ia mengambil contoh pedagang minuman yang tidak bisa berjualan di mall dan pasar modern. “Di Pasar Jaya juga begitu, para pedagang dimintai Rp 500 per meter per hari, kelihatannya sangat murah, namun bayarannya diminta untuk 20 tahun sekaligus, ini sangat berat buat mereka”, tambah Ahok.

Tandingan PRJ?
Selama satu bulan penuh, tepatnya sejak 6 Juni-7 Juli, digelar Pekan Raya Jakarta di kawasan JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara tersebut merupakan pameran multi produk dan hiburan. Sejatinya, pameran yang biasa diselenggarakan menjelang ulang tahun Kota Jakarta tersebut, bertujuan membangkitkan gairah ekonomi usaha kecil dan menengah dengan cara mempromosikan produknya kepada khalayak umum. Seiring berjalannya waktu, tujuan tersebut seolah mengalami pergeseran, dari tahun ke tahun, produk luar negeri mendominasi acara pameran . Selain itu, barang-barang yang dipamerkan pun termasuk mahal, sehingga menurunkan daya beli masyarakat. Mahalnya biaya masuk dan parkiran pun banyak dikeluhkan pengunjung, padahal acara tersebut merupakan pesta rakyat.

Pemprov DKI sendiri, terutama Gubernur Joko Widodo, mewacanakan untuk memindahkan arena PRJ dari Kemayoran ke Monas. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat, terutama yang tinggal di Jakarta dapat berkunjung ke acara tersebut. Untuk itu, sebagai tahap awal pemerintah menggelar Pameran Produk Kreatif Daerah, yang didominasi oleh usaha kecil dan menengah yang ada di Jakarta. Tiket masuk pun dibebaskan alias gratis, sehingga pengunjung bisa sepuasnya berkunjung ke acara tersebut. Selain itu, kawasan Monas dinilai lebih strategis lokasinya jika dibandingkan di Kemayoran. Banyak akses transportasi umum bisa digunakan, mulai dari angkutan kota atau angkot, bus, TransJakarta sampai kereta api.

Namun, Basuki Tjahaya Purnama, menolak jika acara Pekan Produk Kreatif Daerah sebagai acara tandingan Pekan Raya Jakarta yang kini sedang berlangsung. “Nggak, nggak ada tandingan, PRJ saja masih punya kita kok”, ujar Basuki.

Wacana pemindahan arena PRJ dari kawasan Kemayoran ke Monas mendapat reaksi positif bagi warga. Mereka menilai, pemindahan tersebut harus dilakukan mengingat akses ke Monas lebih mudah dibandingkan ke Kemayoran. “ Saya sih setuju saja, karena kalau dari rumah saya, lebih dekat, akses transportasinya juga lebih banyak”, ujar Dewi, warga Depok, Jawa Barat. Hal senada juga diutarakan Sunaryo warga Jatinegara. “Saya ke sini (Monas) bisa naik kereta api atau bus TransJakarta, kalau ke Kemayoran saya bingung naiknya apa”, ujarnya.

Banyak yang setuju, ada pula yang kurang setuju jika arena PRJ dipindahkan ke Monas. Anton, salah satunya, warga Klender, Jakarta Timur tersebut tidak setuju karena khawatir tanaman yang ada di Monas rusak. Hal itu bisa dijadikan alasan karena pengunjung yang datang pasti membludak.

Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sendiri mengakui, untuk memindahkan arena PRJ, tidak serta merta bisa dilakukan, perlu persiapan yang lebih matang, terutama untuk menunjang infrastrukturnya. Namun Jokowi menilai arena PRJ harus benar-benar dijadikan sebagai pesta rakyat baik dari pengunjung maupun pesertanya.

Author: nugraha danu

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>