Penggunaan ICT Di Sekolah Dan Faktor Penunjang

Kemajuan di bidang teknologi informasi sudah sedemikian cepat dan memberi pengaruh pada kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari cara kita bekerja sampai berinteraksi dengan orang. Untuk mengirim laporan atau hasil kerja, kita cukup dengan menggunakan fasilitas surat elektronik atau e-mail, maka laporan sudah terkirim dalam hitungan detik. Daripada menghabiskan waktu di jalan untuk menghadiri rapat di luar kantor, cukup menggunakan fasilitas Skype,kita sudah bisa berbicara langsung sambil menatap orang yang tinggalnya ribuan mil dari tempat kita tinggal.

Di bidang pendidikan, dampak dari kemajuan teknologi informasi juga dapat dirasakan. Dengan sekali klik, siswa bisa mendapat informasi tentang apa saja dari belahan bumi manapun. Guru dan buku pelajaran sudah tidak menjadi sumber informasi utama lagi. Pendidik pun dituntut lebih kreatif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi ini untuk memberikan materi pelajaran yang menarik dan mengikuti lebih dalam perkembangan peristiwa yang terjadi di dunia. Jika tidak, bisa-bisa mereka tertinggal jauh dari siswa mereka.

Pertanyaan utama: Siapkah sekolah menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah? Apakah semua guru sudah tahu bagaimana memanfaatkan teknologi internet sebagai media belajar? Bagaimana guru mengajarkan muridnya untuk menggunakan internet secara sehat dan bisa menjelaskan dampak positif dan negatifnya? Juga, apakah semua murid paham bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi itu secara positif agar dapat menunjang proses belajar mereka?

Menerapkan dan mempersiapkan sekolah agar bisa menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology-ICT) memang bukan hal yang secepat membalikkan telapak tangan. Setidaknya ada tiga hal yang saling berkaitan,saling menunjang agar proses ini berjalan lancar, yaitu:

  • Sistem Manajemen Sekolah (School Management System), yaitu sistem yang mengatur perencanaan,evaluasi dan operasional sekolah

  • Strategi pengembangan ICT di sekolah, yang mencakup perangkat penunjang seperti perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), internet provider, jaringan,database system dan lain-lain.

  • Pengembangan budaya ICT di sekolah. Lebih ke bagaimana sekolah dapat menerapkan budaya penggunaan ICT dalam kegiatan belajar, bagaimana sekolah bisa menerapkan kebiasaan berinternet secara sehat dan positif. Tentunya ini melibatkan seluruh personel sekolah, dari guru, murid hingga staff lainnya.

Ketiga hal ini harus saling menunjang karena akan saling berkaitan. Contoh, sekolah sudah bersertifikat ISO tetapi guru-gurunya belum melek internet, atau membawa laptop tetapi tidak tahu bagaimana membuat e-mail. Selain itu jika pengetahuan tentang situs-situs pendidikan minim, maka bisa jadi siswa akan merasa bosan karena guru tetap menerapkan cara mengajar yang terpaku dengan textbook.  Atau sistem ICT sudah terpasang tetapi tidak ada standar pasti bagaimana guru menggunakan ICT di kelas, maka mereka menjadi tidak tahu bagaimana berkreasi menggunakan media internet. Padahal banyak sekali situs pendidikan yang bisa digunakan untuk pembelajaran secara interaktif dalam kelas.

Diperlukan niat dari pihak sekolah untuk mengadakan pelatihan berbasis IT bagi guru-guru sekolah agar mereka bisa mengajar secara lebih menarik. Dan murid-murid juga bisa memanfaatkan internet secara lebih bijak dalam kehidupan mereka.


labschool-um.com

 

Author: jasmeena

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>