Penghargaan Terhadap The Beatles oleh Pecinta Angklung

Semua orang tahu tentang The Beatles. Band Rock and Roll dari Liverpool yang sangat terkenal di tahun 60-an dan tahun 70-an. Walaupun era band yang beranggotakan Paul McCartney, John Lennon, Ringo Starr dan George Harrison sudah lama lewat, tetapi penggemar mereka masih memuja-muja band asal Inggris ini, bahkan yang menggemari bukan hanya dari kalangan bapak/ibu saja, anak muda zaman sekarang masih suka mendengarkan lagu-lagu grup The Beatles. Big Bamboo Organizer memanfaatkan kesempatan ini untuk menjaring para penggemar The Beatles di Bandung dengan menggelar pementasan angklung dengan judul “Angklung Night: A Tribute to The Beatles” pada hari Jumat dan Sabtu (7-8/9). Acara ini diselenggarakan di Saung Angklung Udjo, Bandung dalam rangka memperingati dua tahun pengakuan angklung sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 16 November 2010 lalu.  Band-band yang menjadi bintang tamu di pergelaran ini membawakan lagu-lagu dari The Beatles.
Di malam pertama, acara dibuka oleh grup The Bitelan dengan lagu ‘I Got A Feeling’. Mereka membawakan tiga buah lagu termasuk lagu ‘Lucy In The Sky With Diamond’. Setelah, The Bitelan, para penonton diajak bernyanyi ‘And I Love Her’ dengan diiringi petikan gitar dari penampilan tunggal Kang Omen Ranger. Band lain yang tampil pada sesi pertama ini adalah Koesbeat yang membawakan lima lagu termasuk ‘I Wanna Hold Your Hand’ dan ‘The Ballad of John and Yoko’.

Setelah band-band tersebut, Kang Daeng Udjo, putra kedelapan dari Udjo Ngalagena yang merupakan pendiri Saung Angklung Udjo, tampil bersama sekitar 40 pemain angklung dari Udjo Orchestra. Mereka menyuguhkan lagu ‘Yesterday’ dan ‘Michelle’ dengan dentingan angklung. Penampilan ini benar-benar memukau para penonton. Acara pergelaran massal ini dilanjutkan dengan unjuk kebolehan dari keduabelas pemain yang tampil dengan tehnik permainan angklung yang berbeda dan lebih rumit. Jika biasanya kita menggoyangkan angklung dengan satu tangan, keduabelas pemain angklung ini menggoyangkan angklung-angklung dengan kedua tangan, salah satu lagu yang mereka mainkan adalah ‘Eleanor Rigby’.

Pada pementasan ini ditampilkan juga permainan jenis angklung yang lain. Yang kita tahu sebelumnya, angklung dimainkan oleh sekelompok orang. Sekitar tahun 2008, Kang Yayan Udjo, salah satu anak dari Udjo Ngalagena, menciptakan angklung yang dapat dimainkan hanya dengan satu orang saja. Beliau menamakan angklung ini sebagai ‘Angklung Toel’. Angklung ini merupakan serangkaian angklung yang disatukan dan dimainkan dengan hanya disentuh, sehingga selintas dapat dimainkan seorang diri seperti piano. Ajay dan Ria dari Saung Angklung Udjo menggunakan angklung jenis ini dan berturut-turut memainkan ‘And I Love her’, ‘Let It Be’ dan ‘Can’t Buy Me Love’.

Bukan hanya menikmati penampilan band dan para pemain angklung saja, para penonton juga diajak ikut bermain angklung dan memainkan lagu-lagu The Beatles. Setiap penonton dipinjami sebuah angklung dengan nada yang berbeda-beda, Kang Daeng Udjo memberi tahu kapan penonton harus menggoyangkan angklungnya dengan gerakan tangan. Dengan cara ini lah para penonton juga tampil dan memainkan lagu ‘The Long and Winding Road’.

Band terakhir yang tampil adalah band Arumba Udjo. Band ini menggabungkan instrumen musik modern dengan angklung dan calung dalam penampilannya. Lagu yang dimainkan salah satunya adalah ‘Come Together’ yang membuat semua penonton ikut bernyanyi bersama. Setelah penampilan dari Arumba Udjo, sebagai penutup seluruh bintang tamu kembali ke atas panggung dan menyanyikan ‘Oblada Obladi’ dengan diiringi oleh seluruh pemain angklung.
Acara berdurasi 2 jam ini benar-benar memuaskan para penonton. Penonton tidak berhenti menyanyi dan bertepuk tangan. Penonton yang datang pun tidak hanya dari daerah Bandung saja. Beberapa penonton dari luar kota dan bahkan dari luar negeri pun terlihat menikmati acara ini. Tempat pementasan sangat penuh hingga terlihat penonton yang tidak mendapatkan tempat duduk, tapi tetap menikmati seluruh acara ini. Komentar-komentar yang diberikan para penonton pun semua bernada positif. Salah seorang penonton mengatakan “Angklung Night ini tak akan terlupakan, acaranya keren, sangat menginspirasi. I love angklung”. Penonton yang lain juga berkomentar “Orkestra angklungnya bikin merinding.”

Beberapa penonton yang telah datang di hari pertama berencana untuk datang di hari kedua. Pementasan di hari kedua berbeda dengan pementasan di hari pertama karena para bintang tamu yang tampil berbeda dengan hari pertama. Pada hari kedua bintang tamu yang datang diantaranya adalah band yang mengusung lagu-lagu The Beatles seperti Heartbeat, Babendjo, dan Nathania Juanim.


Author: Amalia Nurrahmi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>