SMK Broadcast Cempaka Nusantara: Kreatif dan Berprestasi

Dunia broadcast atau penyiaran adalah dunia yang dinamis dan terus bergerak mengikuti jaman dan selera pasar yang terus berubah. Persaingan antar stasiun televisi membuat program yang variatif dan menghibur serta mendidik, membuat permintaan tenaga-tenaga ahli seperti juru kamera, editor, penyiar, sutradara semakin meningkat. Lembaga-lembaga pendidikan penyiaran, baik yang formal maupun non-formal semakin menjamur, dan mereka berlomba menghasilkan lulusan yang siap pakai dan mampu bersaing di dunia pertelevisian.

Atas dasar inilah, SMK Broadcast Cempaka Nusantara didirikan. Sekolah yang berlokasi di Jl. Jawa No.1 Depok Utara, Jawa Barat ini mengklaim sekolah mereka sebagai ”sekolah orang kreatif”.

Sekolah ini mempunyai tenaga pengajar yang terdiri dari orang-orang yang kompeten di bidang penyiaran dan memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang keahlian dari peserta didik. Dengan indoor studio, control room, editing room, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sekolah ini benar-benar mempersiapkan anak-anak didiknya menjadi profesional yang siap pakai di dunia pertelevisian.

SMK Broadcasting Cempaka Nusantara didirikan tahun 2008, oleh kepala sekolah Ibu Non Iriany S.Pd dan H.Didi Supriyanto S.H. Awal berdirinya sekolah ini, mempunyai 32 siswa di angkatan pertama yang terbagi menjadi 3 kelas (satu kelas mempunyai sekitar 10-11 siswa).

Ada 3 kelompok bidang mata pelajaran di sekolah ini: Normatif, Adaptif dan Produktif. Pelajaran Normatif ada 5 yaitu: Pend. Agama, PPKN, Penjaskes, Seni Budaya dan Bahasa Indonesia. Untuk pelajaran Adaptif ada 7 mata pelajaran, yaitu: Bahasa Inggris,  Matematika, IPA, IPS, Fisika, Kewirausahaan dan KKPI. Sementara untuk produktif ada 9 mata pelajaran, yaitu: Manajemen Produksi, Editing, Fotografi, Tata Suara, Script, Tata Kamera, Tata Cahaya, Grafis dan Artistik. Sementara mata pelajaran yang termasuk muatan lokal ada Bahasa Sunda dan Bahasa Jepang. Sekolah ini sudah terakreditasi dengan peringkat A pada tanggal 23 Desember 2010.

Menyadari betapa pentingnya praktik yang terus-menerus agar bisa berkarya di bidang ini, maka setiap semester para siswa harus membuat project seperti feature, berita dan film atau drama. Tentunya ini tantangan bagi para siswa untuk memberikan karya yang terbaik dan mengembangkan kreativitas mereka.

Sekalipun baru, prestasi yang dicapai sekolah ini layak diperhitungkan. Tahun 2010, mereka mengikuti Festival Film Pelajar Indonesia 2010 dan film mereka yang berjudul ”Laila-lalai” meraih penghargaan untuk pemeran utama wanita (Rossa Morita Untary) dan Penata Kamera Terbaik (Andi Maulana Agung). Film yang disutradarai oleh Ayu Afrilia menggambarkan fenomena masyarakat modern dimana budaya lokal mulai diabaikan.

Untuk informasi lebih lanjut,Anda bisa menghubungi: 021-9220-2004.

Author: jasmeena

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>