Tips Menghemat BBM

Pemerintah beberapa waktu lalu telah resmi menaikkan harga BBM. Harga premium yang awalnya Rp 4.500,- per liter kini naik menjadi Rp 6.500,- per liter. Sedangkan solar yang awalnya Rp 4.500,- per liter kini menjadi Rp 5.500,- per liter. Kebijakan ini pastinya akan memunculkan kekhawatiran banyak pihak, apalagi bagi para pemilik kendaraan, baik mobil maupun motor. Kini Anda harus lebih jeli mengatur pengeluaran untuk mengisi BBM kendaraan. Alhasil melakukan upaya penghematan bahan bakar atau ngirit menjadi langkah yang relevan untuk menyiasati kenaikan harga BBM tersebut.

Berikut tips-tips menghemat BBM yang bisa Anda lakukan demi menyiasati kenaikan BBM.

1. Berkendara dengan lebih efisien

Cara mengemudi juga sangat mempengaruhi hemat atau borosnya penggunaan bahan bakar kendaraan. Mengemudi dengan santai dan tidak sering menginjak pedal gas dan rem secara berlebihan, bisa lebih menghemat bahan bakar. Mengatur kecepatan saat berkendara bisa lebih menghemat penggunaan BBM, karena tak banyak BBM yang dihabiskan saat Anda menginjak rem dan mengembalikan kecepatan.

Tidak memaksakan engine (mesin) pada putaran (rpm) maksimal di saat perpindahan gigi mulai dari gigi satu hingga terakhir. Perpindahan percepatan (gigi persneling) yang dilakukan di putaran maksimal akan membutuhkan bahan bakar yang lebih besar. Bila hal ini kerap dilakukan di setiap pergantian percepatan bukan tidak mungkin penggunaan BBM akan jauh lebih boros dibanding melakukan perpindahan percepatan (gigi persneling) sebelum putaran mesin berteriak nyaring.

Faktor-faktor lain yang harus diperhatikan pada tips-tips menghemat BBM antara lain menyingkirkan benda-benda yang berdampak pada efisiensi aerodinamis kendaraan misalnya memasang bamper variasi yang terlalu besar. Selain itu, Anda juga harus lebih selektif dalam menggunakan AC kendaraan agar bisa menghemat bahan bakar mobil Anda. Gunakan AC seperlunya, jika cuaca tidak panas sebaiknya matikan AC atau atur setting AC untuk mengurangi beban mesin. Sesuaikan juga beban penumpang dengan aturan yang telah ditetapkan sesuai kapasitas penumpang, sehingga mesin yang menjadi penggerak kendaraan tidak melakukan kerja terlalu berat dan memerlukan lebih banyak BBM. Beban berat memaksa mesin bekerja lebih keras menghasilkan tenaga, alhasil mesin membutuhkan banyak suplai bahan bakar. Semakin ringan muatan semakin ringan beban kerja dari mesin.

2. Rawatlah kendaraan Anda

Memeriksa dan merawat kendaraan secara rutin bisa menghemat pengeluaran Anda. Perawatan mesin setiap minggu dapat menghemat pemakaian BBM pada kendaraan Anda. Biaya perawatan kendaraan yang dikeluarkan bukanlah suatu pemborosan, tapi suatu keharusan daripada nantinya harus keluar biaya lebih besar akibat kerusakan yang terjadi saat kendaraan yang sering digunakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perawatan rutin kendaraan Anda antara lain :

· Cek tekanan angin pada ban

Tekanan angin pada ban mungkin terlihat sepele, tapi besar manfaatnya dalam menghemat konsumsi BBM. Tekanan angin yang kurang dapat menimbulkan keborosan BBM 10-15%. Ban kendaraan yang kempes atau kurang angin membuat ban menjadi berat untuk berputar alhasil mesin bekerja lebih keras. Jadi, pastikan tekanan ban di kendaraan kesayangan selalu tepat sebelum mengendarainya.

· Cek pelumas

Daya lumas oli yg baik mampu membuat kitiran mesin lebih enteng serta dapat menjaga kompresi di ruang bakar sempurna. Ini akan menciptakan power mesin lebih optimal, sehingga lari motor lebih cepat (jarak tempuh jauh), namun hemat bahan bakar. Ingat penggantian oli secara rutin dan tak melebihi batas servis yang dianjurkan (tiap 2.000-2.500 km untuk sepeda motor) akan membuat performa mesin selalu segar.

· Bersihkan kerak yang ada pada saluran bensin

Adanya kerak dapat membuat pembakaran menjadi tidak sempurna dan berakibat bensin menjadi boros. Pembakaran yang tidak sempurna akan meninggalkan kerak pada ruang bakar. Ruang bakar yang kotor memaksa mesin bekerja keras untuk membakar bahan bakar dan udara alhasil kebutuhan bahan bakar pada mesin akan meningkat. Selain menempel pada selang bensin, kerak juga dapat menempel pada knalpot kendaraan sehingga dapat membuat penampilan dan kinerja knalpot menjadi kurang optimal.

· Gunakan BBM sesuai karakter kendaraan

Bila kendaraan Anda hanya perlu menggunakan BBM dari jenis premium, tak perlu diganti dengan pertamax atau pertamax plus hanya dengan keyakinan kendaraan bisa berlari lebih kencang. Produsen kendaraan bermotor sebetulnya telah membuat komposisi paling ideal antara tipe mesin dengan jenis BBM yang digunakan.

Jika kendaraan Anda memang direkomendasikan harus menggunakan pertamax, jangan menurunkan kualitas dengan memakai BBM premium. Pada dasarnya mobil-mobil produksi terbaru dengan kompresi mesin tinggi memang sudah diwajibkan menggunakan pertamax. Untuk mobil produksi tahun 2000 ke bawah lebih disarankan menggunakan premium mengingat kompresi mesin yang tidak terlalu tinggi. Selain akan membuat mesin ngelitik, penurunan spesifikasi BBM yang digunakan justru akan membuat kendaraan boros konsumsi BBM-nya.

3. Memilih jalan atau arus lalu lintas

Sebelum berkendara, coba cek jalan yang akan Anda lewati. Hindari kemacetan. Kemacetan adalah salah satu sumber utama pemborosan BBM. Kalau perlu pulanglah dari kantor ketika jalanan sudah tidak macet, atau ambil jalan yang agak memutar untuk menghindari titik-titik kemacetan. Lebih baik lagi, gunakanlah sarana transportasi umum jika memungkinkan.

Hindari jalan yang rusak. Lewat jalan rusak, berbatu-batu tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman tetapi juga akan lebih boros bensin dibandingkan mengendarai motor di aspal mulus. Saat ini sudah banyak media GPS (Global Positioning System) yang bisa Anda manfaatkan untuk menemukan jalur lalu lintas yang singkat sehingga tidak membuang waktu Anda.

Tips-tips menghemat BBM di atas akan lebih bermanfaat jika dikerjakan secara konstan dikombinasikan dengan mengubah gaya berkendara. Selain bisa mengirit BBM, berkendara dengan bijak dan tepat dapat menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas,serta mengurangi emisi gas buang berlebih yang ramah lingkungan.

Author: Aris Wibowo

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>