Yang Muda yang Berwirausaha

 

sxc.hu

LIFE BEGIN AT 40

Pernah dengar istilah life begin at 40? Istilah yang sebenarnya sudah tidak relevan dalam konteks masa kini itu sering menjadi penghambat bagi mereka yang ingin mencapai kesuksesan hidup di usia muda. Memang di masa lalu, ketika handy talky dan telepon umum masih berjaya, istilah tersebut masih mengaum-ngaum bak singa di belantara rimba Afrika. Tetapi kini? Setelah facebook, lingkedln, dan twitter berkuasa, sepertinya istilah tersebut harus dimaknai ulang.

Hidup sukses, siapa yang tidak menginginkannya? Selagi seseorang masih normal, kesuksesan dalam hidup adalah hal yang pasti didamba. Eits, tunggu dulu. Hidup sukses, bukan hanya mengenai berapa rumah yang kita punya, berapa besar saldo deposito kita, dan berapa banyak saham kita di bursa efek. Hidup sukses juga adalah bagaimana kita memiliki keluarga yang harmonis, teman yang baik, relasi sosial yang manis, kesehatan yang prima dan bebas dari ketakutan. Nah, salah satu faktor yang mampu menyokong itu semua (ingat ya, salah satu) pada umumnya adalah kesejahteraan finansial.

Tentu pada akhirnya kesejahteraan finansial ini sangat berhubungan dengan hidup yang bebas dari kekurangan, keterbatasan dan ancaman kemiskinan. Dengan kata lain kesejahteraan finansial adalah suatu kondisi di mana kita memiliki kemampuan untuk mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan utama kita, dan bahkan memiliki kelebihan untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Bisa dengan memiliki berbagai barang yang mampu menunjang kualitas hidup kita, seperti mobil, apartemen bertingkat dengan kolam renang atau saluran televisi pribadi.

Kesejahteraan finansial adalah hadiah bagi mereka yang telah dengan kerja keras dan kerja cerdas mendayagunakan segala potensi yang sudah dimiliki. Jadi kesejahteraan finansial bukan hanya khusus bagi para pengusaha yang sudah beruban dan punya belasan cucu saja. Kesejahteraan juga bisa diraih bahkan oleh mereka yang belum lulus sekolah sekalipun. Bagi yang tidak percaya berarti belum kenal sama anak muda ingusan yang bernama Justin Bieber.

Bocah lelaki berambut pirang itu adalah sosok nyata yang mampu mendongkel ideologi ‘life begin at 40’. Dengan jenaka dan lugu, artis cilik pujaan gadis di seluruh planet bumi itu melewati ratusan orang-orang dewasa di daftar orang-orang terkaya di dunia. Jika anak kecil yang mungkin masih suka main nitendo macam itu saja bisa, maka Anda yang jauh lebih matang pasti juga bisa melakukan hal yang sama, benar kan?

MAKIN MUDA MAKIN BAIK

Tentu tidak dengan berleha-leha si Bieber ini meraih itu semua. Kerja keras yang ia lakukan (konser di Madrid, lantas terbang ke Asia trus langsung mempersiapkan video clip terbaru) ditambah dengan manajemen yang baik dan support dari berbagai pihak pada akhirnya melahirkan sesuatu seperti yang ia dapatkan sekarang ini. Capek? pasti iya. Jenuh? Apalagi! Tetapi ia mampu melewati itu semua, setidaknya hingga saat ini.

Melihat kenyataan seperti itu, sudah jelas bahwa mudanya usia bukan halangan bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Tentu ini tidak berlaku bagi orang-orang macam Richie Rich. Tokoh fiktif yang dari orok sudah kaya raya ini memang tak perlu bekerja membanting tulang. Tinggal menunggu sang Papa kembali ke pangkuan Tuhan, maka jadilah ia The Next King.

Tapi sebenarnya, jika tokoh macam Richie Rich memang ada, mereka justru memiliki bebannya sendiri. Mengapa? Orang yang biasa hidup dalam kemewahan sedari kecil akan kaget begitu dihadapkan pada kondisi di mana dia harus bekerja keras. Itu alasan banyak sekali perusahaan yang tiba-tiba bangkrut dan berganti pemilik ketika sang master alias pemilik sebelumnya mangkat.

Kembali ke masalah usia, lantas kapan memulai usaha untuk meraih kesejahteraan finansial? Jawabannya, baca saja sub judul di atas! Ya makin muda makin baik. Mulailah meraih kesuksesan yang Anda bayangkan dengan cara: memilih cita-cita dan impian yang baik!

Sering kita melihat anak kecil dengan berbagai cita-cita yang di luar logika. Menjadi Batman, bisa terbang seperti Peterpan, atau memiliki peternakan monster-monster imut macam Pokemon. Semua itu bukan cita-cita, tapi mimpi. Dan jangan pernah remehkan mimpi. Tapi coba bangunkan potensi untuk bermimpi dan bercita-cita dengan baik. Seperti menjadi pengusaha dan memiliki ribuan jaringan waralaba. Siapa tahu bisa jadi lebih hebat dari Bob Sadino.

Setelah menentukan cita-cita, para calon orang sukses harus mau untuk mengkonsep formula untuk meraihnya. Bermimpi memang bagus, tapi jangan sampai keterusan, hingga akhirnya merasa lebih senang hidup di alam mimpi. Sebelum Anda terjerumus dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, segeralah bangun dari mimpi indah Anda dan mulailah mengkonsep formula cerdas Anda.

MEMBONGKAR TRADISI INFERIORITY  COMPLEX

Kendala lain yang berpotensi merusak semangat Anda untuk meraih sukses adalah tradisi inferiority complex. Mental-mental inlander, begitu Bung Karno menyebutnya. Mental-mental inlander membuat seseorang menjadi gemar untuk minder, merasa selalu takut memulai sesuatu dan tidak peraya diri.

Justru karena Anda masih muda, inilah saatnya untuk memulai sesuatu yang baru. Logikanya kalau salah, dengan cerdas bisa berargumen “ya namanya masih muda pak, masih coba-coba,”. Sebagai seorang calon orang sukses di masa depan, jangan takut, ayo, bongkar kebiasaan lama! Masa’ kalah sama iklan kopi.

JELI MELIHAT PELUANG, TEPAT MENGAMBIL KESEMPATAN

Nah ini yang harus dipelajari. Jeli melihat peluang. Sebelumnya Anda harus sadari betul kelebihan-kelebihan diri Anda. Jangan sia-siakan bakat Anda yang jago merayu itu dengan hanya menjadi playboy. Atau skill Anda yang kebetulan hebat dalam mencoret-coret garis dan membuat desain baju hanya membuat ibu Anda marah karena Anda boros buku tulis.

Sejak kecil Thomas Alva  Edison gemar mengotak-atik berbagai mesin dan mencampur cairan kimia. Dengan ketekunan, semangat pantang menyerah dan muka yang tebal untuk mematenkan ciptaannya, maka jadilah ia konglongmerat yang cukup disegani pada masanya dan di kenang di masa-masa sesudahnya.

Ketahuilah kelebihan Anda, latihlah itu terus menerus dan jangan takut untuk memamerkannya suatu saat. Entah itu lukisan Anda yang abstrak, film pendek Anda yang Anda anggap lucu, blue print rencana pembuatan mesin pembangkit listrik tenaga surya Anda atau naskah drama Anda. Pamerkan itu semua jika ada kesempatan.

Jika memang tidak ada, jangan khawatir, Anda punya dua tangan yang sehat serta kaki yang lincah khan? Kenapa tidak menjemput bola? Nick Vujinic, motivator luar biasa yang kebetulan tidak memiliki itu semua saja (kaki dan tangan) mampu bersinar menjadi seorang bintang film, presenter hebat dan motivator yang ulung. Carilah penerbit, klub drama, koperasi, perusahaan atau orang yang Anda anggap mampu membuat karya Anda menjadi memiliki nilai lebih.

DARI HOBI JADI DOLAR

Sumber inspirasi yang baik untuk memulai langkah Anda menuju kesuksesan adalah: Hobi. Semua pasti tahu Christiano Ronaldo. Pesepak bola asal negeri Portugal tersebut menjadi salah satu atlet terkaya di jagat ini. Bukan dengan menjual saham, mendirikan perusahaan minyak atau menemukan obat awet muda. Bukan, karena itu bukan bidangnya. Ia menjadi kaya raya justru dari sepak bola, sesuatu yang sudah ia gemari sedari belia.

Dari hobi menjadi dolar. Ini nyata dan inilah yang paling sering terjadi. Dian Sastro memilih menjadi aktris dan bukan sekretaris bank, karena memang sedari usia muda ia sudah mencintai dunia akting dan sandiwara. Dan Anda pun jangan malu untuk melakukannya.

Elyufial Persansa Dien, pemilik toko online dengan alamat maya ini, juga melakukan hal yang sama. Sebagai pecinta fotografi dan dunia potret memotret, ia sering kesulitan dalam mencari beberapa spare part untuk perlengkapan memotretnya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk membuka toko alat-alat fotografi sendiri. Menurutnya, jika bisnis itu berasal dari hobi, maka sepahit apapun cobaan masih bisa ditelan, alias lebih tahan banting.

MODAL? HARUS DONG!

Dalam memulai sebuah usaha, modal tentu adalah hal yang mutlak diperlukan. Tanpa modal impian hanya menjadi impian. Jer basuki mawa beya, kata orang Jawa Timur. Hidup sejahtera pasti butuh modal. Tapi jangan pesimis dulu, modal bukan hanya masalah uang. Ada yang jauh lebih penting dari itu, niat dan usaha.

Jika Anda tidak memiliki uang, maka mulailah untuk menyiapkannya sedari kecil. Rajinlah berhemat dan simpanlah uang jajan Anda. Jika ada niat, pasti ada jalan. Karena yang penting adalah niat.

SEKALI LAGI YANG PENTING NIAT!

Sudah banyak cerita para pengusaha sukses yang ternyata selain tidak punya modal berupa uang, juga tidak memiliki skill dibidangnya. Contohnya, Yudhi, pemilikwww.kraukk.com. Dengan usaha yang gigih untuk memasarkan udang goreng dan tempura milik temannya, alumni fakultas hukum ini mampu meraih kesuksesan yang gemilang.

MENCARI ILMU BUKAN HANYA DI BUKU

Tentu pada prakteknya tidak semudah teori dan mimpi-mimpi indah kita. Untuk itulah, jangan pernah sekalipun untuk berhenti belajar. Mengasah kemampuan dan kelebihan agar menjadi lebih berkualitas, membuka diri terhadap hal-hal baru serta tidak pernah menutup kemungkinan untuk berinovasi.

Beruntung di masa digital ini, ada banyak sumber yang bisa didapatkan. Jika Anda bosan dengan buku yang ditulis oleh para pengusaha yang seangkatan dengan kakek buyut Anda, maka internet bisa jadi alternatif. Bisa juga dengan berguru secara langsung dari orang yang Anda anggap kompeten.

Jika ingin lebih keren lagi download saja video tutorial dari para begawan motivator Indonesia, bisa Mario Teguh, Ciputra atau Tung Desem Waringin. Boleh juga mengikuti seminar-seminar berbayar mengenai motivasi dan cara menjadi kaya. Tapi ingat, ada orang-orang yang justru menjadi kaya raya dengan cara memberi nasihat kepada mereka yang ingin kaya. Tahu maksudnya kan…

PERKUAT KARAKTER DIRI

Peribahasa Tiongkok mengatakan bahwa jangan sekali-kali membuka toko, jika tidak dapat tersenyum. Senyum merupakan salah satu elemen penting menuju kesuksesan. Tentu masih banyak hal lain yang harus Anda miliki. Sopan santun, menghargai pendapat orang, toleran, peduli pada sesama dan tidak lupa berterima-kasih. Latihlah diri Anda menjadi pribadi yang menarik secara terus menerus.

RENYAHNYA BISNIS MAKANAN

Lalu bisnis apa yang bisa menjadi bidang garapan Anda di usia muda ini? Bisnis makanan salah satunya. Cobalah membuat makanan yang enak dan familiar di kalangan lingkungan Anda. Logikanya sederhana, setiap hari orang butuh makan. Itu mengapa bisnis ini selalu ramai, baik pembeli maupun penjualnya.

Jika Anda tidak bisa memasak, cobalah untuk menjadi marketingnya. Jangan malu berjalan dari satu komplek ke komplek lain dengan menawarkan makanan Anda. Bob Sadino pernah melakukannya dengan gerobak kayunya. Atau Anda punya mobil? Lebih bagus lagi! Atau ingin membangun rumah makan kecil-kecilan, lebih mantap pula. Tapi ingat ya, analisis keuangan mengenai untung rugi juga harus Anda dalami.

JADI BROKER, BOLEH!

Bidang jasa juga lumayan memberi harapan. Penjual pulsa, juru gambar sampai makelar tanah. Tentu Anda harus tahu seluk beluk produk yang ingin Anda garap. Jangan sampai Anda tak tahu secara mendalam, tapi sudah terjun ke dalamnya. Percayalah, itu sangat tidak lucu.

RADITYA DIKA? LEWAT

Bisnis online juga dapat menjadi option yang baik bagi Anda. Sudah banyak anak muda sukses dengan bisnis ini. Contoh saja Raditya Dika si kambing jantan. Seniman muda serba bisa ini berhasil meroket setelah memeras blog dan jejaring sosialnya. Humor-humor segarnya dalam bentuk cerpen, novel sampai film pendek mengantarkan sosok remaja multitalent ini berkembang dan terus berkembang.

Mau mengalahkannya? Lakukan sekarang. Baca cerpen-cerpennya. Tonton film-filmnya. Jika Anda mengetahui ada yang kurang dan Anda bisa membetulkannya, maka hubungi dia segera. Siapa tahu Anda bisa diajak kerja sama nantinya. Atau Anda yakin bisa membuat yang lebih ‘cetar’ lagi? Stop talk and just do it! Hitung-hitung Anda juga dapat pahala dengan cara memperbaiki selera humor masyarakat kita yang selama ini terpaku pada humor tentang seks, pelecehan orang-orang difabel serta gosip.

GAUL SERU DAN BERMANFAAT

Jejaring sosial juga penting lho. Pilih salah satu social hub yang Anda suka, kalau perlu semuanya dan berselancarlah untuk makin menambah wawasan Anda. Jalin pertemanan seluas mungkin, dan tingkatkan kualitas skill Anda. Tetapi jangan melupakan satu hal: Anda manusia nyata, bukan android atau tokoh fiktif. Kopi darat serta gaul secara nyata pasti terasa lebih hidup.

MEMBESAR DAN TERUS MEMBESAR

Jika ternyata semesta mendukung usaha Anda, maka jangan takut untuk menjadi terkenal dan sukses, karena itu adalah buah kerja keras Anda. Jangan hentikan sayap bisnis Anda untuk semakin membesar. Terbanglah tinggi dan biarkan bisnis Anda melesat. Jaringlah semakin banyak hubungan dan peliharalah hubungan yang sudah terjalin selama ini.

JAGA STAMINA

Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa tubuh yang prima. Kesehatan juga adalah modal. Maka ketika agenda Anda semakin padat, tetap ingatlah untuk selalu menjaga kesehatan. Makan teratur, berolah raga serta istrirahat yang cukup.

INGAT, JANGAN LUPAKAN TUGAS UTAMA

Apakah Anda masih seorang pelajar? Maka jangan lupa kepada tugas mahapenting Anda, belajar. Sukseslah merangkai bisnis Anda dan raihlah prestasi akademik secara gemilang. Kawinkan kedua hal tersebut, niscaya kepuasan akan dapat Anda raih.

JANGAN LUPA MENABUNG

Godaan bagi para pengusaha adalah hidup boros. Biasakan untuk terus menabung, seberapapun itu. Sayangi hasil kerja keras Anda. Tidak ada yang bisa meramalkan masa depan, tapi dengan uang hasil tabungan Anda, masa depan akan terlihat lebih cerah bukan?

Selain menabung, jangan lupa untuk berderma. Walau tidak ada penelitian ilmiah mengenai hubungan berderma dan kesuksesan tapi tak ada salahnya membagi sedikit kebahagiaan kepada orang lain.

SUKSES TAK HARUS NUNGGU SAMPAI BERUBAN, KHAN?

Jika setelah membaca artikel sederhana ini, insting entrepreneur Anda tiba-tiba aktif, maka jangan sia-siakan, langsung saja bergerak. Raihlah mimpi dan jangan takut sukses, walau Anda masih muda. Jadilah pengusaha sukses dan tunjukkan bahwa sukses tak harus menunggu sampai beruban.

 

 

radityadika.com | ciputraentrepreneurship.com | bob-sadino.com

Author: Adi Guritno

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>